Adalah Ahmad Fauzi Ridwan yang terlahir di Jakarta pada tanggal 1 Juni 1987 yang jatuh pada hari Senin. Kala itu sosok yang membantu kelahiran dari seorang Ahmad Fauzi Ridwan ini adalah Bidan Sri Maryati (kebetulan masih ada bidannya). Ahmad Fauzi Ridwan terlahir sebagai anak pertama. Ketika dalam masa kandungan hingga umur 4 tahun, beliau tinggal di Jl. Bahari II Gandaria Selatan dekat dengan rumah Neneknya. Sewaktu kecil banyak sekali pengalaman-pengalaman yang masih teringat dalam benaknya. Dari mulai kepala bocor, jatuh dari tebing, memandang bulan seperti tampak sesosok nenek lampir dan banyak lagi. Sewaktu kecil beliau mempunyai nama kecil, yaitu Ian, karena belum bisa mengucap lafal "r", jadinya yang dimaksud adalah "Ridwan" menjadi "Ian". Semua orang memanggil Ian.

Setelah berusia 5 tahun Ian pindah ke daerah Sukapura Cilincing Jakarta Utara. Di tempat itulah Ian menghabiskan masa akhir balita hingga akhir pendidikan dasarnya. Ketika umurnya dianggap memenuhi kriteria, Ian disekolahkan di SDN Sukapura 05 Pagi. SD tersebut bersebelahan dengan SDN Sukapura 04 Pagi. Perbedaan secara mencolok adalah rata-rata siswa SDN Sukapura 04 Pagi (SD sebelah) adalah berasal dari keluarga yang mampu dan serba kecukupan. Dan sebaliknya. SDN Sukapura 05 Pagi lebih dikenal sebagai sekolah yang tersingkirkan. Mari kita buktikan!

Sekolah kelas 1 SD, Ridwan (tidak dipanggil Ian lagi, karena sudah mampu melafalkan huruf "R") masih diantarkan oleh mama tercinta sambil menggendong Adik yang baru berusia 1 tahun. Terkadang Ridwan menangis ketika bayangan mama tidak tampak lagi di balik pintu kelas atau bahkan di balik jendela kelas. Namun lama-kelamaan rasa tersebut terkikis dengan semakin berkembangnya usia dan pemahaman terhadap kemandirian. Semasa SD kelas 1, Ridwan dipanggil oleh Bu guru dengan nama Ridwan, kebetulan nama Ibu Guru tersebut adalah Bu Kartini.  

 

Underconstruction