Fiqih Ringkas Tentang Puasa
Diposting dalam Telaah | 12 September 2007

Ramadhan sudah ada di depan mata, agar para sahabat tidak melewatkan Ramadhan sebagai rutinitas tahunan saja, maka perlu disimak fiqih ringkas tentang puasa berikut ini:

Shaum atau puasa secara bahasa bermakna al-imsak atau menahan diri dari sesuatu seperti menahan diri dari makan atau berbicara. Makna shaum seperti ini dipakai dalam ayat ke-26 surat Maryam. “Maka makan dan minumlah kamu, wahai Maryam, dan tenangkanlah hatimu; dan jika kamu bertemu seseorang, maka katakanlah saya sedang berpuasa dan tidak mau berbicara dengan siapapun.”

Sedangkan secara istilah, shaum adalah menahan dari dari dua jalan syahwat, mulut dan kemaluan, dan hal-hal lain yang dapat membatalkan pahala puasa mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari.

Keutamaan Bulan Ramadhan

Dari Ibnu Mas’ud, Rasulullah saw. bersabda, “Penghulunya bulan adalah bulan Ramadhan dan penghulunya hari adalah hari Jum’at.” (Thabrani)

Rasulullah saw. bersabda, ” Kalau saja manusia tahu apa yang terdapat pada bulan Ramadhan, pastilah mereka berharap Ramadhan itu selama satu tahun.” (Thabrani, Ibnu Khuzaimah, dan Baihaqi) Selengkapnya »»



Dahsyatnya Neraka
Diposting dalam Telaah | 20 July 2007

Bismillahirrahmanirrahiim
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Wahai manusia yang durhaka dan senantiasa bergelimang dengan maksiat dan dosa, tidakkah kedahsyatan jahannam menggetarkan hatimu? Allah menyediakan bagi hamba-hamba-Nya yang ingkar lagi sombong. Ingatlah tatkala jahannam ditarik dengan 70.000 tali kekang dan setiap tali ditarik oleh 70.000 malaikat, saat itu orang-orang kafir dalam kehinaan, mereka berharap seandainya dapat menebus semua itu dengan emas sebesar dunia.
Sungguh besar kehinaan dan kecelakaan para penghuninya. Sungai neraka adalah darah dan nanah busuk yang menggelegak, minumannya adalah air yang mendidih, naungannya adalah awan hitam yang panas, anginnya adalah samum yang membawa hawa panas, makanannya adalah zaqqum yang jika setetesnya jatuh ke bumi, niscaya hancurlah dunia dan seisinya, bahan bakarnya adalah manusia dan batu api, panasnya membakar kulit hingga ke ulu hati, pakaiannya adalah baju ter yang membakar, kedalamannya sejauh batu yang diluncurkan selama 70 tahun. Suara neraka akan meraung geram kepada penghuninya. Mereka akan dibelenggu dengan rantai besi membara dan dipukul dengan palu godam, yang jika mengenai sebuah gunung niscaya gunung tesebut akan menjadi abu, wajah-wajah mereka diseret di atas bara api sedang tangan mereka terikat. Duhai . kecelakaan apalagi yang pedih besar dari itu semua. Ya Allah, sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari siksa Jahannam . Amiin.

LOKASI NERAKA

Jika surga terletak di langit ke tujuh, maka sebagian salaf berkata neraka terletak di dasar bumi yang ke tujuh (begitu pendapat Ibnu Mas’ud dan lainnya). Namun para jumhur tawaqquf (berdiam diri) dalam masalah ini, dan inilah pendapat yang dipilih oleh As-Suyuthi dan Waliyullah Ad-Dahlawi. Selengkapnya »»



Tiga Resep Menjadi Orang Yang Dicintai
Diposting dalam Telaah | 18 January 2007

 

Utsman RA berkata :

  1. "Barang siapa yang menjauhi keduniawian, niscaya akan dicintai oleh Allah.
  2. Barang siapa yang menjauhi dosa-dosa, akan dicintai oleh para malaikat.
  3. Barang siapa yang menanggalkan ketamakan terhadap milik orang lain, niscaya akan dicintai oleh orang lain."

Menjauhi keduniawian maksudnya tidak bermegah-megahan, mengurangi makan-minum, dan tidak suka kepada pujian manusia. Hal ini membuat pelakunya dicintai Allah, sebab pelakunya jauh dari riya’ dan sifat sombong.

Orang yang meninggalkan dosa akan dicintai oleh malaikat, karena ia tidak membuat sibuk malaikat pencatat keburukan.

Orang yang menanggalkan sifat tamak terhadap hak milik orang lain, akan dicintai oleh semua orang, sebab dia tidak menjadi beban pikiran orang lain. 



Tips Persiapan Bulan Ramadhan
Diposting dalam Telaah | 26 July 2006

Tentunya ada diantara sahabat yang merasa kebingungan, mengenai apa-apa saja yang harus dan perlu dipersiapkan menjelang bulan Ramadhan. Untuk itu, bisa diterapkan persiapan-persiapan sebagai berikut:

  1. I’dad Ruhi Imani, yaitu persiapan ruh keimanan.
  2. Orang-orang yang saleh biasa melakukan persiapan ini seawal mungkin sebelum datangnya bulan Ramadhan. Bahkan mereka sudah merindukan kedatangannya sejak bulan Rajab dan Sya’ban. Biasanya mereka berdoa : "Ya Allah, Berikanlah kepada kami keberkatan pada bulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikanlah kami kepada Ramadhan".

    Dalam rangka persiapan ruh keimanan itu, dalam Surat At-Taubah Allah melarang kita melakukan berbagai maksian dan kedzaliman sejak bulan Rajab. Tapi bukan berarti di bulan lain dibolehkan. Hal ini dimaksudkan agar sejak bulan Rajab kadar keimanan kita sudah meningkat. Boleh dikiaskan, bulan Rajab dan Sya’ban adalah masa pemanasan (warming up) sehingga ketika memasuki Ramadhan kita sudah bisa menjalani ibadah shaum dan sebagainya itu bak sudah terbiasa

  3. I’dad Jasadi, yakni persiapan fisik.
  4. Untuk memasuki Ramadhan kita memerlukan fisik yang lebih prima dari biasanya. Sebab, jika fisik lemah, bisa-bisa kemuliaan yang dilimpahkan Allah pada bulan Ramadhan tidak dapat kita raih secara optimal. Maka, sejak bulan Rajab Rasulullah dan para sahabat membiasakan diri melatih fisik dan mental dengan melakukan puasa sunnah, banyak berinteraksi dengan Al-Qur’an , biasa bangun malam, dan meningkatkan aktivitas saat berkecimpung dalam gerak dinamika masyarakat.

  5. I’dad Maliyah, yakni persiapan harta
  6. Jangan salah paham, persiapan harta bukan untuk membeli keperluan buka puasa atau hidangan lebaran sebagaimana tradisi kita selama ini. Mempersiapkan hara adalah untuk melipatgandakan sedekah, karena Ramadhanpun merupakan bulan memperbanyak sedekah. Pahala bersedekah pada bulan ini berlipat ganda dibandingkan bulan-bulan biasa.

  7. I’dad Fikri wa Ilmi, yakni persiapan intelektual dan keilmuan
  8. Agar ibadah Ramadhan bisa optimal, diperlukan bekal wawasan dan tashawur (persepsi) yang benar tentang Ramadhan. Caranya dengan membaca berbagai bahan rujukan dan menghadiri majelis ilmu tentang Ramadhan. Kegiatan ini berguna untuk mengarahkan kita agar beribadah sesuai tuntutan Rasulullah SAW, selama Ramadhan. Menghafal ayat-ayat dan doa-doa yang berkait dengan berbagai jenis ibadah, atau menguasai berbagai masalah dalam fiqh puasa, dan juga penting untuk dipersiapkan.

    Semoga persiapan kita mengantarkan ibadah shaum dan berbagai ibadah lainnya, sebagai yang terbaik dalam sejarah Ramadhan yang pernah kita lalui.



Valentine
Diposting dalam Telaah | 10 February 2006

Boleh jadi tanggal 14 Pebruari setiap tahunnya merupakan hari yang ditunggu-tunggu oleh banyak remaja, baik di negeri ini maupun di berbagai belahan bumi. Sebab hari itu banyak dipercaya orang sebagai hari untuk mengungkapkan rasa kasih sayang. Itulah hari valentine, sebuah hari di mana orang-orang di barat sana menjadikannya sebagai fokus untuk mengungkapkan rasa kasih sayang. Dan seiring dengan masuknya beragam gaya hidup barat ke dunia Islam, perayaan hari valentine pun ikut mendapatkan sambutan hangat, terutama dari kalangan remaja ABG. Bertukar bingkisan valentine, semarak warna pink, ucapan rasa kasih sayang, ungkapan cinta dengan berbagai ekspresinya, menyemarakkan suasan valentine setiap tahunnya, bahkan di kalangan remaja muslim sekali pun. Perayaan Valentine’s Say adalah Bagian dari Syiar Agama Nasrani Valentine’s Day menurut literatur ilmiyah yang kita dapat menunjukkan bahwa perayaan itu bagian dari simbol agama Nasrani. Bahkan kalau mau dirunut ke belakang, sejarahnya berasal ari upacara ritual agama Romawi kuno. Adalah Paus Gelasius I pada tahun 496 yang memasukkan upacara ritual Romawi kuno ke dalam agama Nasrani, sehingga sejak itu secara resmi agama Nasrani memiliki hari raya baru yang bernama Valentine’s Day. The Encyclopedia Britania, vol. 12, sub judul: Chistianity, menuliskan penjelasan sebagai berikut: "Agar lebih mendekatkan lagi kepada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi hari perayaan gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St. Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari (The World Encylopedia 1998). Keterangan seperti ini bukan keterangan yang mengada-ada, sebab rujukannya bersumber dari kalangan barat sendiri. Dan keterangan ini menjelaskan kepada kita, bahwa perayaan hari valentine itu berasal dari ritual agama Nasrani secara resmi. Dan sumber utamanya berasal dari ritual Romawi kuno. Sementara di dalam tatanan aqidah Islam, seorang muslim diharamkan ikut merayakan hari besar pemeluk agama lain, baik agama Nasrani ataupun agama paganis (penyembah berhala) dari Romawi kuno. Katakanlah: "Hai orang-orang kafir. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang Aku sembah. Dan Aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang Aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku." (QS. Al-Kafirun: 1-6) Kalau dibanding dengan perayaan natal, sebenarnya nyaris tidak ada bedanya. Natal dan Valentine sama-sama sebuah ritual agama milik umat Kristiani. Sehingga seharusnya pihak MUI pun mengharamkan perayaan Valentine ini sebagaimana haramnya pelaksanaan Natal bersama. Fatwa Majelis Ulama Indonesia tentang haramnya umat Islam ikut menghadiri perayaan Natal masih jelas dan tetap berlaku hingga kini. Maka seharusnya juga ada fatwa yang mengharamkan perayaan valentine khusus buat umat Islam. Mengingat bahwa masalah ini bukan semata-mata budaya, melainkan terkait dengan masalah aqidah, di mana umat Islam diharamkan merayakan ritual agama dan hari besar agama lain. Valentine Berasal dari Budaya Syirik. Ken Swiger dalam artikelnya "Should Biblical Christians Observe It?" mengatakan, "Kata "Valentine" berasal dari bahasa Latin yang berarti, "Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Maha Kuasa". Kata ini ditunjukan kepada Nimroe dan Lupercus, tuhan orang Romawi". Disadari atau tidak ketika kita meminta orang menjadi "to be my Valentine", berarti sama dengan kita meminta orang menjadi "Sang Maha Kuasa". Jelas perbuatan ini merupakan kesyirikan yang besar, menyamakan makhluk dengan Sang Khalik, menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala. Icon si "Cupid (bayi bersayap dengan panah)" itu adalah putra Nimrod "the hunter" dewa matahari. Disebut tuhan cinta, karena ia rupawan sehingga diburu wanita bahkan ia pun berzina dengan ibunya sendiri. Islam mengharamkan segala hal yang berbau syirik, seperti kepercayaan adanya dewa dan dewi. Dewa cinta yang sering disebut-sebut sebagai dewa Amor, adalah cerminan aqidah syirik yang di dalam Islam harus ditinggalkan jauh-jauh. Padahal atribut dan aksesoris hari valentine sulit dilepaskan dari urusan dewa cinta ini. Walhasil, semangat Valentine ini tidak lain adalah semangat yang bertabur dengan simbol-simbol syirik yang hanya akan membawa pelakunya masuk neraka, naudzu billahi min zalik. Semangat valentine adalah Semangat Berzina Perayaan Valentine’s Day di masa sekarang ini mengalami pergeseran sikap dan semangat. Kalau di masa Romawi, sangat terkait erat dengan dunia para dewa dan mitologi sesat, kemudian di masa Kristen dijadikan bagian dari simbol perayaan hari agama, maka di masa sekarang ini identik dengan pergaulan bebas muda-mudi. Mulai dari yang paling sederhana seperti pesta, kencan, bertukar hadiah hingga penghalalan praktek zina secara legal. Semua dengan mengatasnamakan semangat cinta kasih. Dalam semangat hari Valentine itu, ada semacam kepercayaan bahwa melakukan maksiat dan larangan-larangan agama seperti berpacaran, bergandeng tangan, berpelukan, berciuman, petting bahkan hubungan seksual di luar nikah di kalangan sesama remaja itu menjadi boleh. Alasannya, semua itu adalah ungkapan rasa kasih sayang, bukan nafsu libido biasa. Bahkan tidak sedikit para orang tua yang merelakan dan memaklumi putera-puteri mereka saling melampiaskan nafsu biologis dengan teman lawan jenis mereka, hanya semata-mata karena beranggapan bahwa hari Valentine itu adalah hari khusus untuk mengungkapkan kasih sayang. Padahal kasih sayang yang dimaksud adalah zina yang diharamkan. Orang barat memang tidak bisa membedakan antara cinta dan zina. Ungkapan make love yang artinya bercinta, seharusnya sedekar cinta yang terkait dengan perasan dan hati, tetapi setiap kita tahu bahwa makna make love atau bercinta adalah melakukan hubungan kelamin alias zina. Istilah dalam bahasa Indonesia pun mengalami distorsi parah. Misalnya, istilah penjaja cinta. Bukankah penjaja cinta tidak lain adalah kata lain dari pelacur atau menjaja kenikmatan seks? Di dalam syair lagu romantis barat yang juga melanda begitu banyak lagu pop di negeri ini, ungkapan make love ini bertaburan di sana sini. Buat orang barat, berzina memang salah satu bentuk pengungkapan rasa kasih sayang. Bahkan berzina di sana merupakan hak asasi yang dilindungi undang-undang. Bahkan para orang tua pun tidak punya hak untuk menghalangi anak-anak mereka dari berzina dengan teman-temannya. Di barat, zina dilakukan oleh siapa saja, tidak selalu Allah SWT berfirman tentang zina, bahwa perbuatan itu bukan hanya dilarang, bahkan sekedar mendekatinya pun diharamkan. Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. (QS Al-Isra’: 32)



Ya Rasul, Maafkan Aku!
Diposting dalam Telaah | 4 February 2006

Ketika aku online, aku buka MyQuran trus di situ ada berita tentang adanya pemuatan Karikatur Nabi Muhammad SAW di suatu majalah di Negara Eropa, namun karena aku lagi terburu2, jadi aku gak baca secara lengkap dan detil, nah baru saja tadi sekitar jam 20.30 aku inget tentang berita tersebut, ya udah aku panggil Paman Google untuk membantuku, pertama si yang aku temuin masalah demo seluruh umat Islam di seluruh dunia terhadap pembuatan karikatur tsb, tapi aku sangat penasaran sama karikatur tsb, akhirnya aku temukan di salahsatu situs asing, kalo situs2 dari Indonesia itu gak ada (gambarnya aku gak tau kenapa!) lalu di situs asing tsb, aku lihat gambar Nabi Muhammad SAW berjenggol lebat dengan mata yang melotot dan dengan sorban bom waktu warna hitam! Astagfirullahaladzim.. setelah aku lihat gambar tersebut, aku langsung nangis.. tangisan yang sangat keras di dalam hati! “Ya Rasul, umat mu ini sungguh tidak berguna, aku tidak melakukan apa2, meskipun aku tahu bahwa orang2 kafir menjelek2an mu, tapi aku tidak melakukan apa2, bahkan aku telat untuk mengetahui berita ini! Ya Rasul, maafkan umat mu ini, aku sungguh merasa bersalah tidak melakukan apa2 sebagai orang muslim! Hiks..! “



Menjadi Orang Paling Kaya
Diposting dalam Telaah | 26 January 2006

‘’Ridhalah dengan apa yang dibagikan Allah SWT untukmu, niscaya engkau
menjadi orang yang paling kaya.’’ (HR Turmudzi). Penggalan hadis Rasulullah
SAW di atas merupakan bentuk nyata betapa susahnya menumbuhkan rasa qanaah
atau merasa cukup.

Hadis itu mengandung maksud orang paling kaya adalah mereka yang qanaah atas
apa pun pemberian Allah SWT. Betapa positif dan bermartabatnya hidup ini
bila seseorang selalu merasa ridha dan cukup dengan segala kondisinya.
Dengan qanaah, yang sedikit akan menjadi banyak dan yang banyak akan menjadi
berkah.

Kesenangan tidak akan sempurna dan nikmat tidak akan menjadi besar kecuali
dengan memutuskan angan-angan memiliki seperti yang dimiliki orang lain.
‘’Himpunlah rasa putus asa terhadap apa-apa yang ada di tangan manusia.’’
(HR Ibnu Majah).

Sikap tidak menerima atas apa yang telah dimiliki, hanya akan menguras
keterkaitan hati dengan Allah SWT. Akibatnya, kehidupan yang sebenarnya
tidak akan bisa dirasakan. Sementara kehidupannya menjadi tidak tertata.
Ridha dengan pemberian, mensyukuri pemberian Allah SWT, dan
menginvestasikannya untuk hal yang bermanfaat, maka inilah sebenarnya yang
disebut kaya nan mulia. Allah SWT berjanji kepada orang yang hatinya
dipenuhi keridhaan akan memenuhi hatinya dengan kekayaan, rasa aman, penuh
dengan cinta, dan tawakkal kepada-Nya.

Sebaliknya, bagi yang tidak ridha, hatinya akan dipenuhi dengan kebencian,
kemungkaran, dan durhaka. Pantaskah sebagai seorang hamba mengaku
kekurangan, sementara pada waktu yang sama, kita masih memiliki akal. Andai
kata akal itu dibeli orang atau menukarnya dengan emas dan perak sebesar
gunung, kita pasti enggan menerimanya.

Kita memiliki dua mata yang sekiranya dibayar dengan permata sebesar Gunung
Uhud, pasti tidak rela. Saat ini banyak orang enggan mengakui dan menyebut
dirinya orang paling kaya. Kekayaan hanya mereka ukur dengan materi,
banyaknya harta, dan pangkat yang tinggi.

Bersyukurlah atas nikmat agama, akal, kesehatan, pendengaran, penglihatan,
rezeki, keluarga, penutup (aib), dan nikmat lain yang tak terhitung. Sebab,
di antara manusia itu ada yang hilang akalnya, terampas kesehatannya,
dipenjara, dilumpuhkan, atau ditimpakan bencana.
Kini saatnya untuk menyadari bahwa kita sebenarnya adalah orang yang paling
kaya. Caranya dengan selalu qanaah dan merasa ridha. Bersyukur dengan apa
yang kita miliki, sehingga hidup lebih bermakna, berkah, serta lebih
berarti. Jadikanlah keridhaan itu dengan mengosongkan hati dari berbagai
sangkaan dan membiarkannya hanya untuk Allah SWT.