<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
>

<channel>
	<title>CybeRiEdu</title>
	<link>http://ridu.blogsome.com</link>
	<description>Cyber World RiEdu World</description>
	<pubDate>Mon, 31 Dec 2007 13:46:21 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>
	<language>en</language>

		<item>
		<title>Fiqih Ringkas Tentang Puasa</title>
		<link>http://ridu.blogsome.com/2007/09/12/fiqih-ringkas-tentang-puasa/</link>
		<comments>http://ridu.blogsome.com/2007/09/12/fiqih-ringkas-tentang-puasa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Sep 2007 09:57:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ridu</dc:creator>
		
	<category>Telaah</category>
		<guid>http://ridu.blogsome.com/2007/09/12/fiqih-ringkas-tentang-puasa/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Ramadhan sudah ada di depan mata, agar para sahabat tidak melewatkan Ramadhan sebagai rutinitas tahunan saja, maka perlu disimak fiqih ringkas tentang puasa berikut ini:
    Shaum atau puasa secara bahasa bermakna al-imsak atau menahan diri dari sesuatu seperti menahan diri dari makan atau berbicara. Makna shaum seperti ini dipakai dalam ayat ke-26 surat Maryam. &ldquo;Maka makan [...]</p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>
<p>Ramadhan sudah ada di depan mata, agar para sahabat tidak melewatkan Ramadhan sebagai rutinitas tahunan saja, maka perlu disimak fiqih ringkas tentang puasa berikut ini:</p>
	<p><span class="dropcaps">S</span>haum atau puasa secara bahasa bermakna <em>al-imsak</em> atau menahan diri dari sesuatu seperti menahan diri dari makan atau berbicara. Makna shaum seperti ini dipakai dalam ayat ke-26 surat Maryam. &ldquo;Maka makan dan minumlah kamu, wahai Maryam, dan tenangkanlah hatimu; dan jika kamu bertemu seseorang, maka katakanlah saya sedang berpuasa dan tidak mau berbicara dengan siapapun.&rdquo; </p>
	<p>Sedangkan secara istilah, shaum adalah menahan dari dari dua jalan syahwat, mulut dan kemaluan, dan hal-hal lain yang dapat membatalkan pahala puasa mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari.</p>
	<p><strong>Keutamaan Bulan Ramadhan</strong></p>
	<p>Dari Ibnu Mas&rsquo;ud, Rasulullah saw. bersabda, &ldquo;Penghulunya bulan adalah bulan Ramadhan dan penghulunya hari adalah hari Jum&rsquo;at.&rdquo; (Thabrani)</p>
	<p>Rasulullah saw. bersabda, &rdquo; Kalau saja manusia tahu apa yang terdapat pada bulan Ramadhan, pastilah mereka berharap Ramadhan itu selama satu tahun.&rdquo; (Thabrani, Ibnu Khuzaimah, dan Baihaqi)<a id="more-163"></a></p>
	<p>Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah saw. bersabda, &ldquo;Apabila datang bulan puasa, dibuka pintu-pintu surga dan ditutup pintu-pintu neraka.&rdquo; (Bukhari dan Muslim)</p>
	<p>Rasulullah saw. juga bersabda, &ldquo;Apabila datang malam pertama bulan Ramadhan, para setan dan jin kafir akan dibelenggu. Semua pintu neraka ditutup sehingga tidak ada satu pintu pun yang terbuka; dan dibuka pintu-pintu surga sehingga tidak ada satu pun yang tertutup. Lalu terdengara suara seruan, &ldquo;Wahai pencari kebaikan, datanglah! Wahai pencari kejahatan, kurangkanlah. Pada malam itu ada orang-orang yang dibebaskan dari neraka. Dan yang demikian itu terjadi pada setiap malam.&rdquo; (Tirmidzi dan Ibnu Majah)<br />
    Keutamaan Puasa Ramadhan</p>
	<p>Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw. bersabda, &ldquo;Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan penuh harap, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Dan barangsiapa yang shalat malam pada bulan puasa, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.&rdquo; (Bukhari dan Muslim)</p>
	<p><strong>Waktu Berpuasa</strong></p>
	<p>Ibadah puasa dimulai sejak masuknya fajar shadiq (waktu shalat Subuh) hingga terbenamnya matahari (masuk waktu shalat Maghrib). Allah menerangkan di dalam al-Qur&rsquo;an dengan istilah benang putih dari benang hitam.</p>
	<p><strong>Doa Berbuka Puasa</strong></p>
	<p>Jika berbuka puasa, Rasullullah saw. membaca, <em>&ldquo;Allahumma laka shumtu wa &lsquo;ala rizqika afthartu.&rdquo;</em> Artinya, ya Allah, untukmu aku berpuasa dan dengan rezeki yang engkau berikan kami berbuka. Dan Rasulullah saw. berbuka puasa dengan kurma. Jika tidak ada, cukup dengan air putih.</p>
	<p><strong>Sunnah-sunnah Dalam Berpuasa</strong></p>
	<p>Sebelum berpuasa, disunnahkan mandi besar dari junub, haidh, dan nifas. Bagi orang yang berpuasa, disunnahkan melambatkan makan sahur dan menyegerakan berbuka. Berdo&rsquo;a sebelum berbuka.</p>
	<p>Agar amalan puasa tidak rusak dan pahalanya tidak gugur, orang yang berpuasa disunnahkan menjaga anggota badan dari maksiat, meninggalkan obrolan yang tidak berguna, meninggalkan perkara syubhat dan membangkitkan syahwat.</p>
	<p>Disunnahkan memperbanyak tilawah Al-Qur&rsquo;an, memberi makan orang puasa untuk berbuka, dan memperbanyak sedekah. Di sepuluh hari terakhir, sangat dianjurkan beri&rsquo;tikaf.</p>
	<p><strong>Yang Dibolehkan Tidak Berpuasa</strong></p>
	<ol>
<li>Orang yang safar (dalam perjalanan). Tapi, ada ulama yang memberi syarat. Seseorang boleh tidak berpuasa di bulan Ramadhan dan menggantinya di bulan lain, jika safarnya menempuh lebih dari 89 km dan safarnya bukan untuk maksiat serta perjalanannya dimulai sebelum fajar. Namun Imam Hanbali membolehkan berbuka, walaupun safarnya dimulai pada siang hari. Alasan dibolehkannya berbuka adalah karena safar mengandung <em>masyaqqah</em> (kesusahan). Jika seseorang yang safar mengambil rukshah ini, ia wajib mengganti puasanya itu di hari lain sejumlah hari ia tidak berpuasa. 
   </li>
	<li>Orang yang sedang sakit. Sakit yang masuk dalam kategori ini adalah sakit yang dapat menghambat kelangsungan ibadah puasa dan berdampak pada keselamatan fisik jika dia tetap berpuasa. Untuk memutuskan dan menilainya, diperlukan pendapat dokter. Jika seseorang tidak berpuasa karena sakit, ia wajib mengganti puasa yang ditinggalkannya di bulan lain ketika ia sudah sehat.</li>
	<li>Wanita hamil dan ibu yang menyusui. Wanita hamil atau ibu menyusui boleh tidak berpuasa, tapi harus menggantinya di hari lain. Jika dia tidak berpuasa karena takut dengan kondisi dirinya sendiri, maka hanya wajib bayar qadha&rsquo; saja. Tapi jika dia takut akan keselamatan janin atau bayinya, maka wajib bayar qadha&rsquo; dan fidyah berupa memberi makan sekali untuk satu orang miskin. Hal ini diqiyaskan dengan orang sakit dan dengan orang tua yang uzur.</li>
	<li>Orang yang lanjut usia. Orang yang sudah lanjut usia dan tidak sanggup puasa lagi tidak wajib puasa, tapi wajib bayar fidyah dengan memberi makan seorang miskin sebanyak hari yang ditinggalkan.</li>
	<li>Orang yang mengalami keletihan dan kehausan yang berlebihan. Jika kondisi itu dikhawatirkan mengganggu keselamatan jiwa dan akal, maka boleh berbuka dan wajib qadha&rsquo;.</li>
	<li>Orang yang dipaksa (ikrah) tidak berpuasa. Orang seperti ini boleh berbuka, tapi wajib mengqadha&rsquo;.</li>
   </ol>
	<p><strong>Permasalahan Sekitar Puasa</strong></p>
	<ol>
<li>Untuk puasa Ramadhan, wajib memasang niat berpuasa sebelum habis waktu sahur. 
   </li>
	<li>Saat berpuasa seorang suami boleh mencium isterinya, dengan syarat dapat menahan nafsu dan tidak merangsang syahwat.</li>
	<li>Orang yang menunda mandi besar (janabah) setelah sahur atau setelah masuk waktu subuh, puasanya tetap sah. Begitu juga dengan orang yang berpuasa dan mendapat mimpi basah di siang hari, puasanya tetap sah.</li>
	<li>Dilarang suami-istri berhubungan badan di siang hari ketika berpuasa. Hukuman bagi orang yang bersenggama di siang hari pada bulan Ramadhan adalah memerdekakan budak. Jika tidak mampu memerdekakan budak, suami-istri itu dihukum berpuasa dua bulan penuh secaara berturut-turut. Jika tidak mampu juga, mereka dihukum memberi makan 60 orang miskin sekali makan. Kalau perbuatannya berulang pada hari lain, maka hukumannya berlipat. Kecuali, pengulangannya dilakukan di hari yang sama.</li>
	<li>Orang yang terlupa bahwa ia berpuasa kemudian makan dan minum, maka puasanya tetap sah. Setelah ingat, ia harus melanjutkan puasanya hingga waktu berbuka di hari itu juga.</li>
	<li>Hanya muntah yang disengaja yang membatalkan puasa. Ada tiga perkara yang tidak membatalkan puasa: bekam, muntah (yang tidak disengaja), dan bermimpi (ihtilam). Sikat gigi atau membersihkan gigi dengan syiwak diperbolehkan. Hal ini biasa dilakukan oleh Rasulullah saw. Tapi, ada ulama yang memakruhkan menyikat gigi dengan pasta gigi setelah matahari condong ke Barat.</li>
	<li>Orang yang mempunyai hutang puasa tahun sebelumnya, harus dibayar sebelum masuk Ramadhan yang akan berjalan. Jika belum juga ditunaikan, harus dibayar setelah Ramadhan yang tahun ini. Tapi, ada ulama berpendapat, selain harus diqadha&rsquo; juga diwajibkan memberi makan orang miskin</li>
	<li>Para ulama sepakat bahwa orang yang wafat dan punya utang puasa yang belum ditunaikan bukan karenakan kelalaian tapi disebabkan ada uzur syar&rsquo;i seperti sakit atau musafir, tidak ada qadha yang harus ditanggung ahli warisnya. Tapi jika ada kelalaian, ada sebagian ulama mewajibkan qadha terhadap ahli warisnya dan sebagian lain mengatakan tidak.</li>
	<li>Bagi mereka yang bekerja dengan fisik dan terkategori berat &ndash;seperti pekerja peleburan besi, buruh tambang, tukang sidang, atau yang lainnya&ndash; jika berpuasa menimbulkan kemudharatan terhadap jiwa mereka, boleh tidak berpuasa. Tapi, wajib mengqadha&rsquo;. Jumhur ulama mensyaratkan orang-orang yang seperti ini wajib baginya untuk sahur dan berniat puasa, lalu berpuasa di hari itu. Kalau tidak sanggup, baru boleh berbuka. Berbuka menjadi wajib, kalau yakin kondisi ketidak sanggupan itu akan menimbulkan kemudharatan.</li>
   </ol>
	<p align="center"><strong>Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1428 H</strong></p>
	<p>
<table cellspacing="0" cellpadding="2" width="430" style="border:solid 1px #eeeeee;" align="center">
<tr bgcolor="#99ccff" style="color:#ffffff" align="center">
<td><b>Tgl</b></td>
	<td><b>Imsak</b></td>
	<td><b>Shubuh</b></td>
	<td><b>Terbit</b></td>
	<td><b>Dhuhur</b></td>
	<td><b>Ashr</b></td>
	<td><b>Maghrib</b></td>
	<td><b>Isya&#8217;</b></td>
</tr>
</p>
	<tr align="center" bgcolor="#eeeeee">
<td align="right">1</td>
	<td>04:22</td>
	<td>04:32</td>
	<td>05:45</td>
	<td>11:51</td>
	<td>15:06</td>
	<td>17:53</td>
	<td>19:02</td>
</tr>
</p>
	<p>
<tr align="center" bgcolor="#ffffff">
<td align="right">2</td>
	<td>04:21</td>
	<td>04:31</td>
	<td>05:44</td>
	<td>11:51</td>
	<td>15:05</td>
	<td>17:53</td>
	<td>19:02</td>
</tr>
</p>
	<tr align="center" bgcolor="#eeeeee">
<td align="right">3</td>
	<td>04:21</td>
	<td>04:31</td>
	<td>05:44</td>
	<td>11:50</td>
	<td>15:04</td>
	<td>17:53</td>
	<td>19:01</td>
</tr>
</p>
	<p>
<tr align="center" bgcolor="#ffffff">
<td align="right">4</td>
	<td>04:20</td>
	<td>04:30</td>
	<td>05:43</td>
	<td>11:50</td>
	<td>15:04</td>
	<td>17:53</td>
	<td>19:01</td>
</tr>
</p>
	<tr align="center" bgcolor="#eeeeee">
<td align="right">5</td>
	<td>04:20</td>
	<td>04:30</td>
	<td>05:42</td>
	<td>11:49</td>
	<td>15:03</td>
	<td>17:52</td>
	<td>19:01</td>
</tr>
</p>
	<p>
<tr align="center" bgcolor="#ffffff">
<td align="right">6</td>
	<td>04:19</td>
	<td>04:29</td>
	<td>05:42</td>
	<td>11:49</td>
	<td>15:02</td>
	<td>17:52</td>
	<td>19:00</td>
</tr>
</p>
	<tr align="center" bgcolor="#eeeeee">
<td align="right">7</td>
	<td>04:19</td>
	<td>04:29</td>
	<td>05:41</td>
	<td>11:49</td>
	<td>15:01</td>
	<td>17:52</td>
	<td>19:00</td>
</tr>
</p>
	<p>
<tr align="center" bgcolor="#ffffff">
<td align="right">8</td>
	<td>04:18</td>
	<td>04:28</td>
	<td>05:41</td>
	<td>11:48</td>
	<td>15:00</td>
	<td>17:52</td>
	<td>19:00</td>
</tr>
</p>
	<tr align="center" bgcolor="#eeeeee">
<td align="right">9</td>
	<td>04:18</td>
	<td>04:28</td>
	<td>05:40</td>
	<td>11:48</td>
	<td>15:00</td>
	<td>17:52</td>
	<td>19:00</td>
</tr>
</p>
	<p>
<tr align="center" bgcolor="#ffffff">
<td align="right">10</td>
	<td>04:17</td>
	<td>04:27</td>
	<td>05:40</td>
	<td>11:48</td>
	<td>14:59</td>
	<td>17:52</td>
	<td>19:00</td>
</tr>
</p>
	<tr align="center" bgcolor="#eeeeee">
<td align="right">11</td>
	<td>04:17</td>
	<td>04:27</td>
	<td>05:39</td>
	<td>11:47</td>
	<td>14:58</td>
	<td>17:51</td>
	<td>19:00</td>
</tr>
</p>
	<p>
<tr align="center" bgcolor="#ffffff">
<td align="right">12</td>
	<td>04:16</td>
	<td>04:26</td>
	<td>05:39</td>
	<td>11:47</td>
	<td>14:57</td>
	<td>17:51</td>
	<td>19:00</td>
</tr>
</p>
	<tr align="center" bgcolor="#eeeeee">
<td align="right">13</td>
	<td>04:15</td>
	<td>04:25</td>
	<td>05:38</td>
	<td>11:47</td>
	<td>14:56</td>
	<td>17:51</td>
	<td>18:59</td>
</tr>
</p>
	<p>
<tr align="center" bgcolor="#ffffff">
<td align="right">14</td>
	<td>04:15</td>
	<td>04:25</td>
	<td>05:38</td>
	<td>11:46</td>
	<td>14:55</td>
	<td>17:51</td>
	<td>18:59</td>
</tr>
</p>
	<tr align="center" bgcolor="#eeeeee">
<td align="right">15</td>
	<td>04:14</td>
	<td>04:24</td>
	<td>05:37</td>
	<td>11:46</td>
	<td>14:55</td>
	<td>17:51</td>
	<td>18:59</td>
</tr>
</p>
	<p>
<tr align="center" bgcolor="#ffffff">
<td align="right">16</td>
	<td>04:14</td>
	<td>04:24</td>
	<td>05:37</td>
	<td>11:46</td>
	<td>14:54</td>
	<td>17:50</td>
	<td>18:59</td>
</tr>
</p>
	<tr align="center" bgcolor="#eeeeee">
<td align="right">17</td>
	<td>04:13</td>
	<td>04:23</td>
	<td>05:36</td>
	<td>11:45</td>
	<td>14:53</td>
	<td>17:50</td>
	<td>18:59</td>
</tr>
</p>
	<p>
<tr align="center" bgcolor="#ffffff">
<td align="right">18</td>
	<td>04:13</td>
	<td>04:23</td>
	<td>05:36</td>
	<td>11:45</td>
	<td>14:52</td>
	<td>17:50</td>
	<td>18:59</td>
</tr>
</p>
	<tr align="center" bgcolor="#eeeeee">
<td align="right">19</td>
	<td>04:12</td>
	<td>04:22</td>
	<td>05:35</td>
	<td>11:45</td>
	<td>14:51</td>
	<td>17:50</td>
	<td>18:59</td>
</tr>
</p>
	<p>
<tr align="center" bgcolor="#ffffff">
<td align="right">20</td>
	<td>04:12</td>
	<td>04:22</td>
	<td>05:35</td>
	<td>11:44</td>
	<td>14:50</td>
	<td>17:50</td>
	<td>18:58</td>
</tr>
</p>
	<tr align="center" bgcolor="#eeeeee">
<td align="right">21</td>
	<td>04:11</td>
	<td>04:21</td>
	<td>05:34</td>
	<td>11:44</td>
	<td>14:49</td>
	<td>17:50</td>
	<td>18:58</td>
</tr>
</p>
	<p>
<tr align="center" bgcolor="#ffffff">
<td align="right">22</td>
	<td>04:11</td>
	<td>04:21</td>
	<td>05:34</td>
	<td>11:44</td>
	<td>14:48</td>
	<td>17:50</td>
	<td>18:58</td>
</tr>
</p>
	<tr align="center" bgcolor="#eeeeee">
<td align="right">23</td>
	<td>04:10</td>
	<td>04:20</td>
	<td>05:33</td>
	<td>11:43</td>
	<td>14:47</td>
	<td>17:49</td>
	<td>18:58</td>
</tr>
</p>
	<p>
<tr align="center" bgcolor="#ffffff">
<td align="right">24</td>
	<td>04:10</td>
	<td>04:20</td>
	<td>05:33</td>
	<td>11:43</td>
	<td>14:46</td>
	<td>17:49</td>
	<td>18:58</td>
</tr>
</p>
	<tr align="center" bgcolor="#eeeeee">
<td align="right">25</td>
	<td>04:09</td>
	<td>04:19</td>
	<td>05:32</td>
	<td>11:43</td>
	<td>14:45</td>
	<td>17:49</td>
	<td>18:58</td>
</tr>
</p>
	<p>
<tr align="center" bgcolor="#ffffff">
<td align="right">26</td>
	<td>04:09</td>
	<td>04:19</td>
	<td>05:32</td>
	<td>11:42</td>
	<td>14:44</td>
	<td>17:49</td>
	<td>18:58</td>
</tr>
</p>
	<tr align="center" bgcolor="#eeeeee">
<td align="right">27</td>
	<td>04:08</td>
	<td>04:18</td>
	<td>05:31</td>
	<td>11:42</td>
	<td>14:43</td>
	<td>17:49</td>
	<td>18:58</td>
</tr>
</p>
	<p>
<tr align="center" bgcolor="#ffffff">
<td align="right">28</td>
	<td>04:08</td>
	<td>04:18</td>
	<td>05:31</td>
	<td>11:42</td>
	<td>14:44</td>
	<td>17:49</td>
	<td>18:58</td>
</tr>
</p>
	<tr align="center" bgcolor="#eeeeee">
<td align="right">29</td>
	<td>04:07</td>
	<td>04:17</td>
	<td>05:31</td>
	<td>11:42</td>
	<td>14:44</td>
	<td>17:49</td>
	<td>18:58</td>
</tr>
</p>
	<p>
<tr align="center" bgcolor="#ffffff">
<td align="right">30</td>
	<td>04:06</td>
	<td>04:16</td>
	<td>05:30</td>
	<td>11:41</td>
	<td>14:45</td>
	<td>17:49</td>
	<td>18:58</td>
</tr>
</table>

</p>
	</p>
	<p>sumber: <a target="_blank" href="http://ridu.blogsome.com/go.php?http://www.dakwatuna.com">www.dakwatuna.com</a></p>
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ridu.blogsome.com/2007/09/12/fiqih-ringkas-tentang-puasa/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Dahsyatnya Neraka</title>
		<link>http://ridu.blogsome.com/2007/07/20/dahsyatnya-neraka/</link>
		<comments>http://ridu.blogsome.com/2007/07/20/dahsyatnya-neraka/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jul 2007 07:13:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ridu</dc:creator>
		
	<category>Telaah</category>
		<guid>http://ridu.blogsome.com/2007/07/20/dahsyatnya-neraka/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Bismillahirrahmanirrahiim
   Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
       Wahai manusia yang durhaka dan senantiasa bergelimang dengan maksiat dan dosa, tidakkah kedahsyatan jahannam menggetarkan hatimu? Allah menyediakan bagi hamba-hamba-Nya yang ingkar lagi sombong. Ingatlah tatkala jahannam ditarik dengan 70.000 tali kekang dan setiap tali ditarik oleh 70.000 malaikat, saat [...]</p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>
<p>Bismillahirrahmanirrahiim<br />
   Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.</p>
	<p>   <span class="dropcaps">W</span>ahai manusia yang durhaka dan senantiasa bergelimang dengan maksiat dan dosa, tidakkah kedahsyatan jahannam menggetarkan hatimu? Allah menyediakan bagi hamba-hamba-Nya yang ingkar lagi sombong. Ingatlah tatkala jahannam ditarik dengan 70.000 tali kekang dan setiap tali ditarik oleh 70.000 malaikat, saat itu orang-orang kafir dalam kehinaan, mereka berharap seandainya dapat menebus semua itu dengan emas sebesar dunia. <br />
   Sungguh besar kehinaan dan kecelakaan para penghuninya. Sungai neraka adalah darah dan nanah busuk yang menggelegak, minumannya adalah air yang mendidih, naungannya adalah awan hitam yang panas, anginnya adalah samum yang membawa hawa panas, makanannya adalah zaqqum yang jika setetesnya jatuh ke bumi, niscaya hancurlah dunia dan seisinya, bahan bakarnya adalah manusia dan batu api, panasnya membakar kulit hingga ke ulu hati, pakaiannya adalah baju ter yang membakar, kedalamannya sejauh batu yang diluncurkan selama 70 tahun. Suara neraka akan meraung geram kepada penghuninya. Mereka akan dibelenggu dengan rantai besi membara dan dipukul dengan palu godam, yang jika mengenai sebuah gunung niscaya gunung tesebut akan menjadi abu, wajah-wajah mereka diseret di atas bara api sedang tangan mereka terikat. Duhai . kecelakaan apalagi yang pedih besar dari itu semua. Ya Allah, sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari siksa Jahannam . Amiin.</p>
	<p> <strong><span class="caps">LOKASI NERAKA</span></strong> </p>
	<p>Jika surga terletak di langit ke tujuh, maka sebagian salaf berkata neraka terletak di dasar bumi yang ke tujuh (begitu pendapat Ibnu Mas&#8217;ud dan lainnya). Namun para jumhur tawaqquf (berdiam diri) dalam masalah ini, dan inilah pendapat yang dipilih oleh As-Suyuthi dan Waliyullah Ad-Dahlawi. <a id="more-148"></a></p>
	<p><strong> PEMANDANGAN <span class="caps">LAIN DI JAHANNAM</span></strong> </p>
	<ol>
<li>Di Jahannam terdapat sebuah gunung api Shu&#8217;uda yang Allah memerintahkan orang kafir (Al-Walid bin Mughirah) untuk mendakinya. (Lihat QS. Al-Muddatstsir: 17). Menurut riwayat Imam Ahmad, setiap kali dia meletakkan tangannya di atas gunung tersebut, maka tangannya langsung meleleh. Dan ketika diangkat kembali seperti semula. Dia akan menghabiskan waktu selama 70 tahun untuk mendakinya, dan menuruninya selama 70 tahun juga. 
  </li>
	<li>Di Jahannam juga terdapat lembah Al-Ghayy, yaitu lembah di dasar Jahannam yang dialiri nanah bercampur darah dari para penghuni neraka. Lembah ini disediakan Allah kepada mereka yang meremehkan shalat dan mengikuti syahwatnya. (Lihat QS. Maryam: 59).</li>
	<li>Juga lembah Atsam yang berisi ular dan kalajengking, adzab di dalamnya berlipat-lipat. Lembah ini diperuntukkan bagi mereka yang berbuat syirik, berzina dan membunuh jiwa tanpa hak. (Lihat QS. Al-Furqan: 68).</li>
	<li>Ada juga lembah Maubiqa yang berisi nanah di dalam neraka Jahannam. Allah menyiapkannya untuk para penyembah berhala. (Lihat QS. Al-Kahfi: 51-52).</li>
	<li>Ada juga sebuah rumah bernama Al-Falaq, Ibnu Rajab mengatakan jika pintunya dibuka, maka seluruh penduduk neraka akan menjerit karena tidak mampu menahan panasnya. Wallahu a&#8217;lam.</li>
	<li>Di Jahannam juga terdapat penjara Bulas dimana orang-orang yang menyombongkan diri akan digiring seperti semut-semut kecil berbentuk manusia, mereka diselimuti dengan kobaran api dan terbenam dalam keringat dan nanah yang bercampur darah penduduk neraka. (HR. Ahmad, hasan).</li>
	<li>Belenggu Jahannam. Di dalam Jahannam ada tiga belenggu; Al-Aghlal, yaitu belenggu dari besi membara yang dipasang dileher penduduk neraka. (QS. Saba: 33), Al-Ashfad, yaitu tali api yang sangat kuat sehingga membuat seseorang tak berdaya. (QS. Ibrahim: 49) dan As-Salasil, yaitu rantai besi yang panjangnya 70 hasta. (QS. Al-Haqqah: 32).</li>
	<li>Cambuk Jahannam. Allah berfirman: &quot;Dan untuk mereka cambuk-cambuk dari besi.&quot; (QS. Al-Hajj: 21).</li>
  </ol>
	<p><strong> PARA <span class="caps">PENJAGA NERAKA</span></strong></p>
	<p>     Allah menggambarkan tentang karakter malaikat penjaga neraka, mereka adalah makhluk yang sangat keras dan kasar. Allah berfirman:<br />
   &quot;Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.&quot; (QS. At-Tahrim: 6). </p>
	<p><strong> MAKANAN <span class="caps">DAN MINUMAN DI NERAKA</span></strong> </p>
	<ol>
<li>Pohon Zaqqum, mayangnya seperti kepala syetan, tumbuh di bawah dasar neraka Jahim, setiap yang memakannya, maka ususnya akan terburai. (QS. Ash-Shaffat: 62-68). 
  </li>
	<li>Pohon Dhari, yaitu pohon duri yang sangat keras, tidak dapat menggemukkan dan tidak menghilangkan lapar, karena ia menyumbat tenggorokan, tidak keluar dan tidak juga masuk ke dalam perut, demikian menurut Ibnu Abbas. (QS. Al-Ghasiyah: 6).</li>
	<li>Ghislin, yaitu nanah bercampur darah yang keluar dari tubuh penduduk neraka. (QS. Al-Haqqah: 35-37). </li>
	<li>Al-Hamim, yaitu air yang sangat panas yang akan disuguhkan dengan besi panas yang ujungnya dibengkokkan. (QS. An-Naba&#8217;: 24-25). </li>
	<li>Al-Ghassaq, air yang sangat dingin. Menurut Ibnu Umar ia adalah nanah kental yang jika setetesnya ditumpahkan di barat bumi, niscaya penduduk timur akan mencium baunya yang sangat busuk.</li>
	<li>Ash-Shadid, (QS. Ibrahim: 16), yaitu air nanah bercampur darah. Ibnu Rajab berkata, air shadid akan membuat wajah mereka hangus, sekaligus membuat seluruh kulit kepala dan rambutnya mengelupas.</li>
  </ol>
	<p><strong> PINTU-PINTU <span class="caps">NERAKA</span></strong></p>
	<p> Jahannam memiliki 7 pintu yang tiap-tiap pintu telah ditetapkan golongan yang akan memasukinya. Allah berfirman:<br />
   &quot;Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut syaitan) semuanya. Jahannam itu mempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka.&quot; (QS. Al-Hijr: 43-44).<br />
   Ibnu Juraij berkata tentang ayat tersebut:<br />
   &quot;Yang pertama adalah Jahannam, kemudian neraka Ladza, neraka Huthamah, neraka Sa&#8217;ir, neraka Saqar, Jahim dan Hawiyah&quot;. <br />
   Pintu-pintu neraka tertutup rapat, sebagaimana firman Allah:<br />
   &quot;Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka.&quot; (QS. Al-Humazah: <img src='http://ridu.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> .<br />
   &quot;Mereka berada di dalam neraka yang ditutup rapat.&quot; (QS. Al-Balad: 20).<br />
   Ibnu Rajab berkata:<br />
   &quot;Pintu-pintu neraka akan selalu tertutup sebelum dimasuki oleh penghuninya nanti pada hari kiamat. Hal ini sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Qur&#8217;an:<br />
   &quot;Orang-orang kafir dibawa ke neraka Jahannam berombong-rombongan. Sehingga apabila mereka sampai ke neraka itu dibukakanlah pintu-pintunya.&quot; (QS. Az-Zumar: 71).</p>
	<p><strong> GAUNG <span class="caps">KEGERAMAN SUARA NERAKA</span></strong> </p>
	<p>     Orang-orang kafir dapat mendengar raungan suara neraka yang penuh dengan kegeraman dari jarak yang jauh. Allah berfirman:<br />
   &quot;Apabila neraka itu melihat mereka dari tempat yang jauh, mereka mendengar kegeramannya dan suara nyalanya.&quot; (QS. Al-Furqan: 11). <br />
   Juga firman-Nya:<br />
   &quot;Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu menggelegak, hampir-hampir (neraka) itu terpecah lantaran marah.&quot; (QS. Al-Mulk: 7).<br />
   Ka&#8217;ab pernah berkata kepada Umar bin Khaththab:<br />
   &quot;Demi Allah, Neraka Jahannam akan mengeluarkan gaung suaranya. Tidak ada satu malaikat yang dekat kepada Allah atau makhluk yang lain kecuali akan terjatuh di atas kedua lututnya sambil berkata: &quot;Ya Allah, pada hari ini hendaklah manusia mengurus dirinya sendiri-sendiri.&quot;</p>
	<p><strong> KADAR <span class="caps">HAWA DAN PANAS NERAKA</span></strong> </p>
	<p>    Rasulullah saw. bersabda:<br />
   &quot;Api kalian yang ada sekarang ini yang digunakan bani Adam untuk membakar hanyalah 1/70 dari api neraka jahannam. (HR. Bukhari dan Muslim). <br />
   Ibnu Rajab menukil pendapat Ka&#8217;ab kepada Umar bin Khaththab:<br />
   &quot;Seandainya neraka Jahannam dibuka seukuran hidung lembu di bumi sebelah timur, dan ada seseorang di belahan bumi bagian barat, pasti otaknya akan meleleh karena tidak mampu menahan panasnya&quot;.<br />
   Di antara penyebab hawa dan panas neraka sedemikian memuncak adalah tidak berfungsinya 3 unsur pendingin dari panas bagi manusia, yaitu air, angin dan naungan untuk berteduh. Air di jahannam adalah hamim (air panas yang menggelegak), anginnya adalah samum (angin yang amat panas), sedang naungannya adalah yahmum (naungan berupa potongan-potongan asap hitam yang juga panas). (Lihat QS. Al-Waqi&#8217;ah: 41-44).</p>
	<p><strong> PERMOHONAN <span class="caps">PENDUDUK NERAKA KEPADA PENDUDUK SURGA</span></strong> </p>
	<p>Para penduduk neraka merasa iri dengan apa yang Allah berikan kepada penduduk surga berupa makanan dan minuman yang sangat nikmat, mereka merengek sekiranya di antara penduduk surga ada yang mau memberikan sedikit saja kepada mereka. Di antara penduduk surga ada yang merasa iba, hingga hampir-hampir memberikannya. Namun Allah mengharamkan manakan dan minuman itu bagi penduduk neraka. (Lihat QS. Al-A&#8217;raf: 44-50).</p>
	<p><strong> BAHAN <span class="caps">BAKAR NERAKA</span></strong> </p>
	<p> Allah berfirman:<br />
   &quot;Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu;&quot; (QS. At-Tahrim: 6).<br />
   Sebagian mufassir mengatakan bahwa batu tersebut adalah batu korek atau belerang, ada yang mengatakan batu berhala yang dahulu disembah orang musyrik, mereka menjadi bahan bakar neraka sebagai penghinaan atas sesembahan mereka, begitu pula para penyembahnya. (Lihat QS. Al-Anbiya&#8217;: 98-99).</p>
	<p><strong> KONDISI <span class="caps">PENGHUNI NERAKA</span></strong> </p>
	<ol>
<li>Wajah mereka cacat dan terbakar. (QS. Al-Mukminun: 104).</li>
	<li>Setiap kulit mereka matang karena terbakar, maka Allah akan mengganti kulit yang baru, begitulah seterusnya. (QS. An-Nisa&#8217;: 56).</li>
	<li>Wajah yang hangus menghitam, karena kepala mereka akan disematkan mahkota api.</li>
	<li>Penduduk neraka akan mengeluarkan bau yang sangat busuk dari tubuh mereka. 
  </li>
  </ol>
	<p><strong><span class="caps">PAKAIAN DI NERAKA</span></strong></p>
	<ol>
<li>Pakaian dari Qathiran yang terbuat dari tembaga yang dilebur. (QS. Ibrahim: 49-50). 
  </li>
	<li>Tikar dan selimut api (Mihad dan Ghawasy). (QS. Al-A&#8217;raf: 41).</li>
  </ol>
	<p><strong> SUMUR <span class="caps">DAN JURANG NERAKA</span></strong></p>
	<p> Kedalamannya sebagaimana yang digambarkan Rasulullah saw. dalam riwayat Muslim dari Abu Hurairah: <br />
   &quot;Pada suatu hari kami bersama Nabi saw. Lantas kami mendengar suara benda jatuh, kemudian Rasulullah saw. bersabda: &quot;Tahukah kalian, suara apakah itu?&quot; Kami menjawab: &quot;Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.&quot; Nabi saw. bersabda: &quot;Itu adalah suara batu yang dikirim dari neraka jahannam sejak 70 tahun yang lalu. Dan sekarang baru sampai ke dasar neraka.&quot; </p>
	<p><strong> LUAS <span class="caps">JAHANNAM</span></strong> </p>
	<p>Untuk mengetahui luas dan besarnya jahannam, dapat dibayangkan seandainya jahannam itu memiliki 70.000 tali kekang dan setiap tali kekang dipegang oleh 70.000 malaikat (Shahihul Jami&#8217; 7.878). Juga dengan mengetahui besarnya tubuh para penghuninya, yang gerahamnya sebesar gunug Uhud, jarak antara kedua pundaknya sama dengan perjalanan 3 hari, tempat duduknya sejauh Makkah dan Madinah, bahkan seandainya seorang penduduk neraka menangis, maka air matanya yang menetes dapat menjadikan sebuah perahu berlayar di atasnya.</p>
	<p><strong> BERBAGAI <span class="caps">BENTUK SIKSAAN BAGI PENDUDUK NERAKA</span></strong> </p>
	<ol>
<li>Seringan-ringan siksa adalah seseorang yang memakai terompah dari bara api, sehingga menyebabkan otaknya mendidih. (HR. Bukhari dan Muslim).</li>
	<li>Kepala mereka akan disiram dengan air panas sehingga melelehkan otak mereka, begitu pula isi perut dan kulit mereka. (QS. Al-Hajj: 19-21).</li>
	<li>Wajah mereka akan diseret di atas bara api, juga dibolak-balik seperti daging bakar. (QS. Al-Ahzab: 66).</li>
	<li>Wajahnya akan dihitamkan seperti tertutup kepingan malam yang gelap gulita. (QS. Yunus: 27).</li>
	<li>Dikepung api dari segala penjuru. (QS. Al-Ankabut: 55 dan Az-Zumar: 16).</li>
	<li>Api membakar hati penduduk neraka, sehingga dari hati mereka keluar api.</li>
	<li>Isi perut manusia akan terburai (menimpa kepada Amru bin Luhay, orang yang pertama kali merubah ajaran tauhid nabi Ibrahim menjadi penyembahan terhadap berhala).</li>
	<li>Terjun dari atas neraka, yaitu bagi mereka yang bunuh diri dengan menjatuhkan dirinya dari tempat yang tinggi.</li>
	<li>Tidak pernah mati selamanya. (QS. Ibrahim: 17).</li>
	<li>Siksaannya tidak pernah berhenti. (QS. Al-Mukmin: 49-50). 
  </li>
  </ol>
	<p><strong> ULAR <span class="caps">DAN KALAJENGKING JAHANNAM</span></strong></p>
	<p> Dalam menjelaskan firman Allah:<br />
   &quot;Kami tambahkan kepada mereka siksaan di atas siksaan disebabkan mereka selalu berbuat kerusakan.&quot; (QS. An-Nahl: 88).<br />
   Ibnu Mas&#8217;ud berkata:<br />
   &quot;Yaitu kalajengking yang taringnya seperti pohon kurma yang panjang.&quot;<br />
   Imam As-Sudi mengatakan bahwa ia adalah ular-ular di dalam neraka. Riwayat tentang ular dan kalajengking di neraka tidak ada yang marfu&#8217; sampai ke Nabi saw, kebanyakan mauquf pada sahabat dan sebagian israiliyat. Wallahu a&#8217;lam.</p>
	<p><strong> JERITAN, <span class="caps">RINTIHAN DAN LOLONGAN PENDUDUK NERAKA</span></strong> </p>
	<p>Di antara kengerian neraka; penduduknya merintih dan menjerit serta melolong seperti keledai yang meringkik keras, yang demikian itu karena saking pedihnya siksa yang dirasakan. (Lihat QS. Al-Anbiya&#8217;: 100, Hud: 106 dan Fathir: 37). Penduduk neraka akan menangis sampai air mata mereka habis, sehingga yang keluar dari matanya adalah darah, ya darah, bukan air lagi!<br />
   Mereka merintih dan memohon agar dapat dikeluarkan dari siksa neraka, mereka berjanji akan beramal shalih jika dikembalikan di dunia. Namun harapan mereka adalah harapan kosong dan doa mereka adalah doa yang sia-sia. Malaikat berkata: &quot;Sesungguhnya kalian akan tetap berada di neraka ini.&quot; (QS. Az-Zukhruf: 77).</p>
	<p><strong> SIAPAKAH <span class="caps">PENDUDUK NERAKA</span>?</strong> </p>
	<p>Dari Al-Qur&#8217;an dan Sunnah yang shahih disimpulkan bahwa penduduk neraka adalah orang yang musyrik, kafir, munafik, orang-orang sombong, orang-orang yang tidak mengingkari Thaghut (sesembahan yang disembah selain Allah) dan pemimpin zalim, para pezina dan homoseks, peminum khamer (minuman keras), pemakan riba (seperti bunga Bank), uang judi (seperti togel, siji, Asuransi dll) dan harta anak yatim tanpa alasan yang benar, pembunuh orang mukmin tanpa hak, pelaku bunuh diri, orang yang tidak mau berjihad dan tidak mau membantu kaum muslimin yang tertindas dan diperangi, orang yang meninggalkan shalat, zakat, dan shaum (puasa), para dayyuts (orang yang membiarkan perbuatan maksiat terjadi di hadapannya) dan orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, dll. Wallahu a&#8217;lam.</p>
	<p>Semoga kita tidak menjadi bagian dari Penduduk Neraka! Amiin Ya Allah..!
  </p>
	<p> Wallahu A&#8217;lam.<br />
        sumber:&nbsp;dari sebuah milis&nbsp;             
  </p>
  <strong /></p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ridu.blogsome.com/2007/07/20/dahsyatnya-neraka/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Tiga Resep Menjadi Orang Yang Dicintai</title>
		<link>http://ridu.blogsome.com/2007/01/18/tiga-resep-menjadi-orang-yang-dicintai/</link>
		<comments>http://ridu.blogsome.com/2007/01/18/tiga-resep-menjadi-orang-yang-dicintai/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Jan 2007 12:27:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ridu</dc:creator>
		
	<category>Telaah</category>
		<guid>http://ridu.blogsome.com/2007/01/18/tiga-resep-menjadi-orang-yang-dicintai/</guid>
		<description><![CDATA[<p>&nbsp;
Utsman RA berkata :</p>

<p>&quot;Barang siapa yang menjauhi keduniawian, niscaya akan dicintai oleh Allah.
    Barang siapa yang menjauhi dosa-dosa, akan dicintai oleh para malaikat.
    Barang siapa yang menanggalkan ketamakan terhadap milik orang lain, niscaya akan dicintai oleh orang lain.&quot;</p>

<pre><code>Menjauhi keduniawian maksudnya tidak bermegah-megahan, mengurangi makan-minum, dan tidak suka kepada pujian manusia. Hal ini membuat pelakunya dicintai Allah, sebab [...]
</code></pre>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>
<p>&nbsp;</p>
Utsman RA berkata :</p>
	<ol>
<li><em>&quot;Barang siapa yang menjauhi keduniawian, niscaya akan dicintai oleh Allah.</em></li>
	<li><em>Barang siapa yang menjauhi dosa-dosa, akan dicintai oleh para malaikat.</em></li>
	<li><em>Barang siapa yang menanggalkan ketamakan terhadap milik orang lain, niscaya akan dicintai oleh orang lain.&quot;</em></li>
</ol>
	<p>Menjauhi keduniawian maksudnya tidak bermegah-megahan, mengurangi makan-minum, dan tidak suka kepada pujian manusia. Hal ini membuat pelakunya dicintai Allah, sebab pelakunya jauh dari riya&#8217; dan sifat sombong.</p>
	<p>Orang yang meninggalkan dosa akan dicintai oleh malaikat, karena ia tidak membuat sibuk malaikat pencatat keburukan.</p>
	<p>Orang yang menanggalkan sifat tamak terhadap hak milik orang lain, akan dicintai oleh semua orang, sebab dia tidak menjadi beban pikiran orang lain.&nbsp;</p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ridu.blogsome.com/2007/01/18/tiga-resep-menjadi-orang-yang-dicintai/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Tips Persiapan Bulan Ramadhan</title>
		<link>http://ridu.blogsome.com/2006/07/26/tips-persiapan-bulan-ramadhan/</link>
		<comments>http://ridu.blogsome.com/2006/07/26/tips-persiapan-bulan-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Jul 2006 12:56:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ridu</dc:creator>
		
	<category>Telaah</category>
		<guid>http://ridu.blogsome.com/2006/07/26/tips-persiapan-bulan-ramadhan/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Tentunya ada diantara sahabat yang merasa kebingungan, mengenai apa-apa saja yang harus dan perlu dipersiapkan menjelang bulan Ramadhan. Untuk itu, bisa diterapkan persiapan-persiapan sebagai berikut:</p>

<p>I&#8217;dad Ruhi Imani, yaitu persiapan ruh keimanan.
    Orang-orang yang saleh biasa melakukan persiapan ini seawal mungkin sebelum datangnya bulan Ramadhan. Bahkan mereka sudah merindukan kedatangannya sejak bulan Rajab dan Sya&#8217;ban. Biasanya mereka [...]</p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>
<p>Tentunya ada diantara sahabat yang merasa kebingungan, mengenai apa-apa saja yang harus dan perlu dipersiapkan menjelang bulan Ramadhan. Untuk itu, bisa diterapkan persiapan-persiapan sebagai berikut:</p>
	<ol>
<li>I&#8217;dad Ruhi Imani, yaitu persiapan ruh keimanan.</li>
	<p>Orang-orang yang saleh biasa melakukan persiapan ini seawal mungkin sebelum datangnya bulan Ramadhan. Bahkan mereka sudah merindukan kedatangannya sejak bulan Rajab dan Sya&#8217;ban. Biasanya mereka berdoa : &quot;Ya Allah, Berikanlah kepada kami keberkatan pada bulan Rajab dan Sya&#8217;ban, serta sampaikanlah kami kepada Ramadhan&quot;.</p>
	<p>Dalam rangka persiapan ruh keimanan itu, dalam Surat At-Taubah Allah melarang kita melakukan berbagai maksian dan kedzaliman sejak bulan Rajab. Tapi bukan berarti di bulan lain dibolehkan. Hal ini dimaksudkan agar sejak bulan Rajab kadar keimanan kita sudah meningkat. Boleh dikiaskan, bulan Rajab dan Sya&#8217;ban adalah masa pemanasan (warming up) sehingga ketika memasuki Ramadhan kita sudah bisa menjalani ibadah shaum dan sebagainya itu bak sudah terbiasa</p>
	<li>I&#8217;dad Jasadi, yakni persiapan fisik.</li>
	<p>Untuk memasuki Ramadhan kita memerlukan fisik yang lebih prima dari biasanya. Sebab, jika fisik lemah, bisa-bisa kemuliaan yang dilimpahkan Allah pada bulan Ramadhan tidak dapat kita raih secara optimal. Maka, sejak bulan Rajab Rasulullah dan para sahabat membiasakan diri melatih fisik dan mental dengan melakukan puasa sunnah, banyak berinteraksi dengan Al-Qur&#8217;an , biasa bangun malam, dan meningkatkan aktivitas saat berkecimpung dalam gerak dinamika masyarakat.</p>
	<li>I&#8217;dad Maliyah, yakni persiapan harta</li>
	<p>Jangan salah paham, persiapan harta bukan untuk membeli keperluan buka puasa atau hidangan lebaran sebagaimana tradisi kita selama ini. Mempersiapkan hara adalah untuk melipatgandakan sedekah, karena Ramadhanpun merupakan bulan memperbanyak sedekah. Pahala bersedekah pada bulan ini berlipat ganda dibandingkan bulan-bulan biasa.</p>
	<li>I&#8217;dad Fikri wa Ilmi, yakni persiapan intelektual dan keilmuan</li>
	<p>Agar ibadah Ramadhan bisa optimal, diperlukan bekal wawasan dan tashawur (persepsi) yang benar tentang Ramadhan. Caranya dengan membaca berbagai bahan rujukan dan menghadiri majelis ilmu tentang Ramadhan. Kegiatan ini berguna untuk mengarahkan kita agar beribadah sesuai tuntutan Rasulullah <span class="caps">SAW</span>, selama Ramadhan. Menghafal ayat-ayat dan doa-doa yang berkait dengan berbagai jenis ibadah, atau menguasai berbagai masalah dalam fiqh puasa, dan juga penting untuk dipersiapkan.</p>
	<p>Semoga persiapan kita mengantarkan ibadah shaum dan berbagai ibadah lainnya, sebagai yang terbaik dalam sejarah Ramadhan yang pernah kita lalui.</p>
  </ol>
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ridu.blogsome.com/2006/07/26/tips-persiapan-bulan-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Valentine</title>
		<link>http://ridu.blogsome.com/2006/02/10/hukum-merayakan-valentine/</link>
		<comments>http://ridu.blogsome.com/2006/02/10/hukum-merayakan-valentine/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Feb 2006 09:25:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ridu</dc:creator>
		
	<category>Telaah</category>
		<guid>http://ridu.blogsome.com/2006/02/10/hukum-merayakan-valentine/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Boleh jadi tanggal 14 Pebruari setiap tahunnya merupakan hari yang ditunggu-tunggu oleh banyak remaja, baik di negeri ini maupun di berbagai belahan bumi. Sebab hari itu banyak dipercaya orang sebagai hari untuk mengungkapkan rasa kasih sayang. Itulah hari valentine, sebuah hari di mana orang-orang di barat sana menjadikannya sebagai fokus untuk mengungkapkan rasa kasih sayang. [...]</p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>
<p>Boleh jadi tanggal 14 Pebruari setiap tahunnya merupakan hari yang ditunggu-tunggu oleh banyak remaja, baik di negeri ini maupun di berbagai belahan bumi. Sebab hari itu banyak dipercaya orang sebagai hari untuk mengungkapkan rasa kasih sayang. Itulah hari valentine, sebuah hari di mana orang-orang di barat sana menjadikannya sebagai fokus untuk mengungkapkan rasa kasih sayang. Dan seiring dengan masuknya beragam gaya hidup barat ke dunia Islam, perayaan hari valentine pun ikut mendapatkan sambutan hangat, terutama dari kalangan remaja <span class="caps">ABG</span>. Bertukar bingkisan valentine, semarak warna pink, ucapan rasa kasih sayang, ungkapan cinta dengan berbagai ekspresinya, menyemarakkan suasan valentine setiap tahunnya, bahkan di kalangan remaja muslim sekali pun. Perayaan Valentine&#8217;s Say adalah Bagian dari Syiar Agama Nasrani Valentine&#8217;s Day menurut literatur ilmiyah yang kita dapat menunjukkan bahwa perayaan itu bagian dari simbol agama Nasrani. Bahkan kalau mau dirunut ke belakang, sejarahnya berasal ari upacara ritual agama Romawi kuno. Adalah Paus Gelasius I pada tahun 496 yang memasukkan upacara ritual Romawi kuno ke dalam agama Nasrani, sehingga sejak itu secara resmi agama Nasrani memiliki hari raya baru yang bernama Valentine&#8217;s Day. The Encyclopedia Britania, vol. 12, sub judul: Chistianity, menuliskan penjelasan sebagai berikut: &quot;Agar lebih mendekatkan lagi kepada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi hari perayaan gereja dengan nama Saint Valentine&#8217;s Day untuk menghormati St. Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari (The World Encylopedia 1998). Keterangan seperti ini bukan keterangan yang mengada-ada, sebab rujukannya bersumber dari kalangan barat sendiri. Dan keterangan ini menjelaskan kepada kita, bahwa perayaan hari valentine itu berasal dari ritual agama Nasrani secara resmi. Dan sumber utamanya berasal dari ritual Romawi kuno. Sementara di dalam tatanan aqidah Islam, seorang muslim diharamkan ikut merayakan hari besar pemeluk agama lain, baik agama Nasrani ataupun agama paganis (penyembah berhala) dari Romawi kuno. Katakanlah: &quot;Hai orang-orang kafir. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang Aku sembah. Dan Aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang Aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.&quot; (QS. Al-Kafirun: 1-6) Kalau dibanding dengan perayaan natal, sebenarnya nyaris tidak ada bedanya. Natal dan Valentine sama-sama sebuah ritual agama milik umat Kristiani. Sehingga seharusnya pihak <span class="caps">MUI</span> pun mengharamkan perayaan Valentine ini sebagaimana haramnya pelaksanaan Natal bersama. Fatwa Majelis Ulama Indonesia tentang haramnya umat Islam ikut menghadiri perayaan Natal masih jelas dan tetap berlaku hingga kini. Maka seharusnya juga ada fatwa yang mengharamkan perayaan valentine khusus buat umat Islam. Mengingat bahwa masalah ini bukan semata-mata budaya, melainkan terkait dengan masalah aqidah, di mana umat Islam diharamkan merayakan ritual agama dan hari besar agama lain. Valentine Berasal dari Budaya Syirik. Ken Swiger dalam artikelnya &quot;Should Biblical Christians Observe It?&quot; mengatakan, &quot;Kata &quot;Valentine&quot; berasal dari bahasa Latin yang berarti, &quot;Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Maha Kuasa&quot;. Kata ini ditunjukan kepada Nimroe dan Lupercus, tuhan orang Romawi&quot;. Disadari atau tidak ketika kita meminta orang menjadi &quot;to be my Valentine&quot;, berarti sama dengan kita meminta orang menjadi &quot;Sang Maha Kuasa&quot;. Jelas perbuatan ini merupakan kesyirikan yang besar, menyamakan makhluk dengan Sang Khalik, menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala. Icon si &quot;Cupid (bayi bersayap dengan panah)&quot; itu adalah putra Nimrod &quot;the hunter&quot; dewa matahari. Disebut tuhan cinta, karena ia rupawan sehingga diburu wanita bahkan ia pun berzina dengan ibunya sendiri. Islam mengharamkan segala hal yang berbau syirik, seperti kepercayaan adanya dewa dan dewi. Dewa cinta yang sering disebut-sebut sebagai dewa Amor, adalah cerminan aqidah syirik yang di dalam Islam harus ditinggalkan jauh-jauh. Padahal atribut dan aksesoris hari valentine sulit dilepaskan dari urusan dewa cinta ini. Walhasil, semangat Valentine ini tidak lain adalah semangat yang bertabur dengan simbol-simbol syirik yang hanya akan membawa pelakunya masuk neraka, naudzu billahi min zalik. Semangat valentine adalah Semangat Berzina Perayaan Valentine&#8217;s Day di masa sekarang ini mengalami pergeseran sikap dan semangat. Kalau di masa Romawi, sangat terkait erat dengan dunia para dewa dan mitologi sesat, kemudian di masa Kristen dijadikan bagian dari simbol perayaan hari agama, maka di masa sekarang ini identik dengan pergaulan bebas muda-mudi. Mulai dari yang paling sederhana seperti pesta, kencan, bertukar hadiah hingga penghalalan praktek zina secara legal. Semua dengan mengatasnamakan semangat cinta kasih. Dalam semangat hari Valentine itu, ada semacam kepercayaan bahwa melakukan maksiat dan larangan-larangan agama seperti berpacaran, bergandeng tangan, berpelukan, berciuman, petting bahkan hubungan seksual di luar nikah di kalangan sesama remaja itu menjadi boleh. Alasannya, semua itu adalah ungkapan rasa kasih sayang, bukan nafsu libido biasa. Bahkan tidak sedikit para orang tua yang merelakan dan memaklumi putera-puteri mereka saling melampiaskan nafsu biologis dengan teman lawan jenis mereka, hanya semata-mata karena beranggapan bahwa hari Valentine itu adalah hari khusus untuk mengungkapkan kasih sayang. Padahal kasih sayang yang dimaksud adalah zina yang diharamkan. Orang barat memang tidak bisa membedakan antara cinta dan zina. Ungkapan make love yang artinya bercinta, seharusnya sedekar cinta yang terkait dengan perasan dan hati, tetapi setiap kita tahu bahwa makna make love atau bercinta adalah melakukan hubungan kelamin alias zina. Istilah dalam bahasa Indonesia pun mengalami distorsi parah. Misalnya, istilah penjaja cinta. Bukankah penjaja cinta tidak lain adalah kata lain dari pelacur atau menjaja kenikmatan seks? Di dalam syair lagu romantis barat yang juga melanda begitu banyak lagu pop di negeri ini, ungkapan make love ini bertaburan di sana sini. Buat orang barat, berzina memang salah satu bentuk pengungkapan rasa kasih sayang. Bahkan berzina di sana merupakan hak asasi yang dilindungi undang-undang. Bahkan para orang tua pun tidak punya hak untuk menghalangi anak-anak mereka dari berzina dengan teman-temannya. Di barat, zina dilakukan oleh siapa saja, tidak selalu Allah <span class="caps">SWT</span> berfirman tentang zina, bahwa perbuatan itu bukan hanya dilarang, bahkan sekedar mendekatinya pun diharamkan. Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. (QS Al-Isra&#8217;: 32) </p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ridu.blogsome.com/2006/02/10/hukum-merayakan-valentine/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Ya Rasul, Maafkan Aku!</title>
		<link>http://ridu.blogsome.com/2006/02/04/ya-rasul-maafkan-aku-2/</link>
		<comments>http://ridu.blogsome.com/2006/02/04/ya-rasul-maafkan-aku-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Feb 2006 14:46:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ridu</dc:creator>
		
	<category>Telaah</category>
		<guid>http://ridu.blogsome.com/2006/02/04/ya-rasul-maafkan-aku-2/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Ketika aku online, aku buka MyQuran trus di situ ada berita tentang adanya pemuatan Karikatur Nabi Muhammad SAW di suatu majalah di Negara Eropa, namun karena aku lagi terburu2, jadi aku gak baca secara lengkap dan detil, nah baru saja tadi sekitar jam 20.30 aku inget tentang berita tersebut, ya udah aku panggil Paman Google [...]</p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>
<p>Ketika aku online, aku buka MyQuran trus di situ ada berita tentang adanya pemuatan Karikatur Nabi Muhammad <span class="caps">SAW</span> di suatu majalah di Negara Eropa, namun karena aku lagi terburu2, jadi aku gak baca secara lengkap dan detil, nah baru saja tadi sekitar jam 20.30 aku inget tentang berita tersebut, ya udah aku panggil <b>Paman Google</b> untuk membantuku, pertama si yang aku temuin masalah demo seluruh umat Islam di seluruh dunia terhadap pembuatan karikatur tsb, tapi aku sangat penasaran sama karikatur tsb, akhirnya aku temukan di salahsatu situs asing, kalo situs2 dari Indonesia itu gak ada (gambarnya aku gak tau kenapa!) lalu di situs asing tsb, aku lihat gambar Nabi Muhammad <span class="caps">SAW</span> berjenggol lebat dengan mata yang melotot dan dengan sorban bom waktu warna hitam! Astagfirullahaladzim.. setelah aku lihat gambar tersebut, aku langsung nangis.. tangisan yang sangat keras di dalam hati! &#8220;Ya Rasul, umat mu ini sungguh tidak berguna, aku tidak melakukan apa2, meskipun aku tahu bahwa orang2 kafir menjelek2an mu, tapi aku tidak melakukan apa2, bahkan aku telat untuk mengetahui berita ini! Ya Rasul, maafkan umat mu ini, aku sungguh merasa bersalah tidak melakukan apa2 sebagai orang muslim! Hiks..! &#8220;</p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ridu.blogsome.com/2006/02/04/ya-rasul-maafkan-aku-2/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Menjadi Orang Paling Kaya</title>
		<link>http://ridu.blogsome.com/2006/01/26/menjadi-orang-paling-kaya/</link>
		<comments>http://ridu.blogsome.com/2006/01/26/menjadi-orang-paling-kaya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jan 2006 14:36:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ridu</dc:creator>
		
	<category>Telaah</category>
		<guid>http://ridu.blogsome.com/2006/01/26/menjadi-orang-paling-kaya/</guid>
		<description><![CDATA[<p>&#8216;&#8217;Ridhalah dengan apa yang dibagikan Allah SWT untukmu, niscaya engkau
menjadi orang yang paling kaya.&#8217;&#8217; (HR Turmudzi). Penggalan hadis Rasulullah
SAW di atas merupakan bentuk nyata betapa susahnya menumbuhkan rasa qanaah
atau merasa cukup.</p>

<p>Hadis itu mengandung maksud orang paling kaya adalah mereka yang qanaah atas
apa pun pemberian Allah SWT. Betapa positif dan bermartabatnya hidup ini
bila seseorang selalu merasa [...]</p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>
<p>&#8216;&#8217;Ridhalah dengan apa yang dibagikan Allah <span class="caps">SWT</span> untukmu, niscaya engkau<br />
menjadi orang yang paling kaya.&#8217;&#8217; (HR Turmudzi). Penggalan hadis Rasulullah<br />
<span class="caps">SAW</span> di atas merupakan bentuk nyata betapa susahnya menumbuhkan rasa qanaah<br />
atau merasa cukup.</p></p>
	<p>
<p>Hadis itu mengandung maksud orang paling kaya adalah mereka yang qanaah atas<br />
apa pun pemberian Allah <span class="caps">SWT</span>. Betapa positif dan bermartabatnya hidup ini<br />
bila seseorang selalu merasa ridha dan cukup dengan segala kondisinya.<br />
Dengan qanaah, yang sedikit akan menjadi banyak dan yang banyak akan menjadi<br />
berkah.</p></p>
	<p>
<p>Kesenangan tidak akan sempurna dan nikmat tidak akan menjadi besar kecuali<br />
dengan memutuskan angan-angan memiliki seperti yang dimiliki orang lain.<br />
&#8216;&#8217;Himpunlah rasa putus asa terhadap apa-apa yang ada di tangan manusia.&#8217;&#8217;<br />
(HR Ibnu Majah).</p></p>
	<p>
<p>Sikap tidak menerima atas apa yang telah dimiliki, hanya akan menguras<br />
keterkaitan hati dengan Allah <span class="caps">SWT</span>. Akibatnya, kehidupan yang sebenarnya<br />
tidak akan bisa dirasakan. Sementara kehidupannya menjadi tidak tertata.<br />
Ridha dengan pemberian, mensyukuri pemberian Allah <span class="caps">SWT</span>, dan<br />
menginvestasikannya untuk hal yang bermanfaat, maka inilah sebenarnya yang<br />
disebut kaya nan mulia. Allah <span class="caps">SWT</span> berjanji kepada orang yang hatinya<br />
dipenuhi keridhaan akan memenuhi hatinya dengan kekayaan, rasa aman, penuh<br />
dengan cinta, dan tawakkal kepada-Nya.</p></p>
	<p>
<p>Sebaliknya, bagi yang tidak ridha, hatinya akan dipenuhi dengan kebencian,<br />
kemungkaran, dan durhaka. Pantaskah sebagai seorang hamba mengaku<br />
kekurangan, sementara pada waktu yang sama, kita masih memiliki akal. Andai<br />
kata akal itu dibeli orang atau menukarnya dengan emas dan perak sebesar<br />
gunung, kita pasti enggan menerimanya.</p></p>
	<p>
<p>Kita memiliki dua mata yang sekiranya dibayar dengan permata sebesar Gunung<br />
Uhud, pasti tidak rela. Saat ini banyak orang enggan mengakui dan menyebut<br />
dirinya orang paling kaya. Kekayaan hanya mereka ukur dengan materi,<br />
banyaknya harta, dan pangkat yang tinggi.</p></p>
	<p>
<p>Bersyukurlah atas nikmat agama, akal, kesehatan, pendengaran, penglihatan,<br />
rezeki, keluarga, penutup (aib), dan nikmat lain yang tak terhitung. Sebab,<br />
di antara manusia itu ada yang hilang akalnya, terampas kesehatannya,<br />
dipenjara, dilumpuhkan, atau ditimpakan bencana.<br />
Kini saatnya untuk menyadari bahwa kita sebenarnya adalah orang yang paling<br />
kaya. Caranya dengan selalu qanaah dan merasa ridha. Bersyukur dengan apa<br />
yang kita miliki, sehingga hidup lebih bermakna, berkah, serta lebih<br />
berarti. Jadikanlah keridhaan itu dengan mengosongkan hati dari berbagai<br />
sangkaan dan membiarkannya hanya untuk Allah <span class="caps">SWT</span>.</p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ridu.blogsome.com/2006/01/26/menjadi-orang-paling-kaya/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
	</channel>
</rss>
